1 Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni.Karya ini dapat berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu/batu.Ragam hias dapat distilisasi (stilir) sehingga bentuknya bervariasi.
Terdapatempat jenis ragam pola hias: (1) Flora, yang berarti motif diciptakan mengikuti bentuk dedaunan, bunga dan tumbuhan lain, (2) Fauna, terinspirasi dari binatang, (3) Geometris, dibuat dari bidang-bidang seperti segitiga, persegi dan lingkaran, (4) dibuat mengikuti wujud manusia. Kesenian ini banyak ditemukan di Indonesia seperti di
b Ragam Hias Fauna. Ragam hias fauna merupakan ragam hias yang menggunakan bentuk Fauna (hewan) sebagai objek motif ragam hiasnya. Penggambaran fauna dalam ornamen sebagian besar merupakan hasil gubahan atau stilisasi, jarang berupa binatang secara natural, tapi hasil gubahan tersebut masih mudah dikenali bentuk dan jenis binatang yang digubah, dalam visualisasinya bentuk binatang terkadang
Fast Money. Cara Membuat Ragam Hias Membuat desain ragam hias sendiri sangat mengasyikkan. Untuk membuat rancangan ragam hias dibutuhkan kreatifitas dan imajinasi yang luas. Bagi sebagian orang tidaklah sulit menuangkan suatu imajinasi, namun sebagian lainnya tidaklah mudah untuk dikerajakan. Untuk membuat ragam hias dari bentuk sederhana menjadi menarik, kami akan membantu anda dalam menemukan desain ragam hias yang dapat digunakan untuk membuat hiasan pakaian, taplak meja, dan menghias benda-benda pakai lainnya. Berikut ini beberapa cara membuat desain ragam hias dari beragam bentuk-bentuk dasar benda yang dimodifikasi. Motif Hias Bentuk dari Alam Motif ini menggambarkan bentuk-bentuk benda secara alamiah seperti rumah, pohon, manusia, daun ranting, gunung dan sebagainya. Pertama-tama ambillah selembar kertas dan pensil kemudian cobalah menggambar bentuk benda alam yang kalian anggap menarik dan mudah. Saat menggambar hiasan, lepaskanlah rasa terikat pada ketepatan. Dalam hal ini ingatlah bahwa anda tidak memotret benda dan tidak dinilai oleh siapapun. Bentuk itu dapat anda tambah atau anda kurangi sesuai keinginan, karena bentuk dari alam sebaiknya digambar dari sisi dan posisi yang paling menarik. Misalnya, menggambar setangkai bunga lebih indah dan menarik bila dibuat agak melengkung. Jika seekor ikan yang sedang digambar, mungkin lebih indah bila menggambar dengan posisi ikan sedang membelok atau mengibaskan ekornya. Bentuk Alam yang Dimodifikasi Stilasi adalah mengubah bentuk dengan cara menyederhanakan bentuk asli. Walaupun suatu benda telah diubah dan disederhanakan, namun masih dapat dikenal bentuk aslinya. Berikut ini beragam bentuk alam yang distilasi. Stilasi dari Bentuk Bunga Vinca Stilasi dari Kupu-Kupu Stilasi dari Bentuk Rumah Bentuk Geometris Bentuk geometris adalah bentuk yang terdapat pada ilmu ukur seperti bulat, segiempat, segitiga, dll. Dari bentuk-bentuk tersebut dapat diperoleh motif ragam hias dengan cara sebagai berikut. a. Menjajarkan atau mengelompokkan bentuk geometris dengan jarak tertentu. b. Membagi atau memecahkan bentuk geometris dengan susunan tertentu. Bentuk Dasar Sederhana Bentuk dasar benda sederhana juga dapat dirangkai atau disusun menjadi bentuk ragam hias yang menarik. berikut ini beberapa bentuk dasar sederhana yang dipakai untuk membuat ragam hias menarik. a. Bentuk tetes air dapat digunakan untuk membuat ragam hias bentuk daun pada tumbuhan. b. Bentuk buah kolang-kaling dapat digunakan untuk membuat beberapa rancangan ragam hias dalam berbagai bentuk. Bentuk Garis Bebas Garis-garis yang dibuat dengan arah tidak beraturan dapat digunakan untuk membuat motif ragam hias yang disusun dalam bentuk tertentu seperti lingkaran, persegi maupun untuk hiasan pinggiran. Dengan memadukan bentuk garis bebas kalian dapat membuat motif seperti berikut ini. Ragam Hias Garis untuk Motif Pinggiran Ragam Hias bentuk Garis Bebas Baca juga Contoh Ragam Hias Nusantara Bagian 1 Motif Flora
- Ragam hias disebut juga ornamen. Ragam hias gmerupakan salah satu bentuk karya seni rupa yang sudah berkembang sejak zaman prasejarah. Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, ragam hias adalah visualisasi dalam suatu karya kerajinan atau seni bertujuan untuk menghias. Karya ragam hias dapat berupa motif tenunan, gambar pada kain batik, songket, ukiran, atau pahatan pada kayu atau hias juga biasa disebut ornamen yang berasal dari bahasa Yunani "ornare" yang artinya hiasan atau menghias. Menghias berati mengisi kekosongan suatu permukaan bahan dengan hiasan. Sehingga permukaan yang semula kosong menjadi tidak kosong. Baca juga Teks Prosedur Pengertian, Struktur, dan Ciri-cirinya Motif ragam hias Ragam hias merupakan karya seni rupa dari penggambaran bentuk imajinasi, pikiran, dan kreativitas seniman. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, motif adalah pola atau corak. Berdasarkan motif dasarnya, ragam hias dibedakan menjadi Ragam hias flora Ragam hias flora merupakan ragam hias yang memakai bentuk flora atau tumbuhan sebagai obyek motif. Ragam hias fauna Ragam hias fauna merupakan ragam hias menggunakan fauna atau hewan sebagai obyek motif. Pada penggambaran fauna tersebut sebagian besar hasil gubahan atau stilisasi, jarang berupa binatang secara natural. Ragam hias geometris Ragam hias geometris merupakan motif hias pengembangan bentuk geometresi. Selanjutnya digayakan sesuai selera dan imajinasi. Motif tersebut pola bentuk yang terukur dan bisa disesuaikan dengan karakteristik teknik dan bahan. Baca juga Seni Patung Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya Ragam hias figuratif Ragam hias figuratif bentuk ragam hias yang memakai manusia sebagai obyek dengan penggayaan salah satu obyek dalam motif ragam hias, manusia mempunyai beberapa unsur secara terpisah dan menyatu. Pola ragam hias Ada sejumlah pola dalam ragam hias, yakni Pola simetris Pola simetris adalah pola penggambaran dua bagian yang sama dalam penyusunan. Pola tersebut meletakan fokusnya ditengah, dan melatakan unsurnya dibagian kiri dan kanan. Pola simetris memberikan kesan formal, beraturan dan statis. Pola ragam hias asimetris Pola asimetris adalah komposisi benda atau obyek yang fokusnya tidak ditengah. Paduan unsur di bagian kiri dan kanan tidak. Namun tetap memancarkan keseimbangan. Pola asimetris memberikan kesan keteraturan yang bervariasi. Tidak formal dan lebih dinamis. Teknik menggambar ragam hias Baca juga Seni Lukis Pengertian, Teknik dan Alat Ada beberapa teknis dalam menggambar ragam hias, yakni Teknik stilasi Teknik menggambar gubahan flora dapat dilakukan dengan merubah bentuk menjadi bentuk baru atau menyederhanakan bentuk yang ada tanpa meninggalkan objek aslinya disebut stilasi. Teknik stilasi merupakan teknik mengubah bentuk asli dari sumber dengan melihat obyek dari berbagai arah. Biasanya dilakukan dengan penggayaan dan dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk baru. Tapi ciri khas bentuk aslinya masih terlihat. Teknik deformasi Teknik deformasi merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat dari berbagai arah. Di mana dengan menyederhanakan struktur atau proporsi bentuk aslinya menjadi sesuatu yang baru. Teknik distorsi Distorsi merupakan cara menggambar dengan mengubah bentuk asli dari sumber dan melihat obyek dari berbagai arah. Di mana dengan melebih-lebihkan struktur dan perubahan bentuk yang digambar. Kemudian mengubah proporsi sehingga terjadi perubahan yang signifikan antara bentuk yang digambar dengan aslinya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Keanekaragaman flora dan fauna di Indonesia sangat kaya dan beragam. Setiap daerah memiliki kekayaan tersebut dan menjadi ciri atau simbol suatu daerah. Kekayaan flora dan fauna kemudian oleh masyarakat diabadikan pada bentuk-bentuk ragam hias. Ragam hias ini dapat dijumpai pada bangunan atau arsitektur rumahrumah adat daerah sebagai simbol yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Ragam hias flora dan fauna menggunakan bahan dan teknik yang berbeda. Ada ragam hias yang dibuat di atas kayu, kain, kulit, dan serta tembaga. Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Ragam hias disebut juga dengan ornamen. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak ragam hias. Ragam hias di Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan alam, flora dan fauna, serta budaya masing-masing daerah. Pembuatan ragam hias juga didasarkan atas kebutuhan masyarakat baik yang bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau agama. Menggambar ragam hias dapat dilakukan dengan stilasi penggayaan dengan menyederhanakan bentuk objek yang menjadi sumbernya dengan pertimbangan keindahan. Stilasi adalah merubah bentuk asli dari sumber menjadi bentuk yang baru yang bersifat dekoratif dengan tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk asli. Selain itu, gambar hias juga harus disesuaikan dengan fungsinya. A. Motif Ragam Hias Ragam hias merupakan karya seni rupa yang diambil dari bentuk-bentuk flora vegetal, fauna animal, figural manusia, dan bentuk geometris. Ragam hias tersebut dapat diterapkan pada media dua dan tiga dimensi. 1. Ragam Hias Flora Flora sebagai sumber objek motif ragam hias dapat dijumpai hampir di seluruh pulau di Indonesia. Ragam hias dengan motif flora vegetal mudah dijumpai pada barang-barang seni, seperti batik, ukiran, kain sulam, kain tenun, dan bordir. Bentuk ragam hias flora ada yang berupa akar, daun, bunga, biji, tunas, buah, ranting, atau pohonnya. Contohnya adalah motif hias bunga teratai yang dalam ajaran Buddha berhubungan dengan simbol kelahiran. Contoh yang lain adalah motif hias pohon kehidupan kalpataru yang diterapkan pada gunungan wayang. Nilai simbolik yang terdapat pada pohon tersebut adalah dunia tempat tinggal manusia saat ini yang dibagi menjadi dunia atas tempat para dewa bertahta dan dunia bawah tempat mahluk biasa tinggal. 2. Ragam Hias Fauna Animal Motif ragam hias daerah di Indonesia banyak menggunakan hewan sebagai objek ragam hias. Daerah-daerah tersebut seperti Yogyakarta, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Motif ragam hias fauna tersebut dapat dijumpai pada hasil karya batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, dan kain bordir. Ragam hias bentuk fauna dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan kearifan lokal daerah tertentu di Indonesia seperti burung cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung Bentuk motif animal dapat dibuat berdasarkan berbagai jenis binatang, misalnya burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam. Dalam membuat ragam hias, motif hias animal bisa digabung dengan motif hias vegetal atau motif geometrik. Sebagai contoh, untuk menggambar ragam hias dengan motif burung, dilakukan langkah-langkah berikut. Membuat gambar kontur burung dengan penggayaan tertentu sebagai pola gambar ragam hias. Membuat garis-garis atau bentuk motif tambahan misalnya motif vegetal untuk mengisi pola tersebut. Selesaikan gambar dengan mengisi bidang-bidang dengan warna yang menarik. 3. Ragam Hias Geometris Ragam hias geometris merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris dan kemudian digayakan sesuai dengan selera dan imajinasi pembuatnya. Ragam hias geometris, lebih banyak memanfaatkan unsur-unsur dalam ilmu ukur seperti garis-garis lengkung dan lurus, lingkaran, segitiga, segiempat, bentuk meander, swastika Gaya ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh daerah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias. Motif hiasnya terdiri atas tumpal segitiga, meander liku-liku, pilin, kunci, banji, swastika. Motif hias swastika bermakna lambang matahari atau peredaran bintang yang berkaitan dengan nasib baik. Swastika dalam bentuk bersambung disebut banji yang bermakna harapan baik 4. Ragam Hias Figuratif Bentuk ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasanya terdapat pada bahan tekstil maupun bahan kayu, yang proses pembuatannya dapat dilakukan dengan cara menggambar. Contohnya seperti kedok atau topeng, dan secara utuh seperti bentuk-bentuk dalam pewayangan. Dikatakan motif manusia karena dalam pembuatan ragam hiasnya mengacu pada figur manusia. B. Pola Ragam Hias Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur dan memiliki keseimbangan. Beberapa jenis pola ragam hias antara lain Jenis pola tunggal pattern, yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain. Jenis pola ulang himpunan assemblage, yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu kesatuan. Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut. Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Pola ragam hias geometris dapat ditandai dari bentuknya seperti persegi empat, zigzag, garis silang, segitiga, dan lingkaran. Pola bidang tersebut merupakan pola geometris yang bentuknya teratur. Bentuk lain dari pola geometris adalah dengan mengubah susunan pola ragam hias menjadi pola ragam hias tak beraturan dan tetap memperhatikan segi keindahan. C. Teknik Menggambar Ragam Hias Pada saat menggambar ragam hias ada beberapa aturan yang harus diperhatikan, sebagai berikut. Perhatikan pola bentuk ragam hias yang akan digambar. Persiapkan alat dan media gambar. Tentukan ukuran pola gambar yang akan dibuat. Buat sketsa di salah satu kotak/bidang yang telah dibuat sebelumnya. Buat bentuk yang sama bisa dijiplak pada bidang yang lain. Mewarnai gambar 1. Menggambar Ragam Hias Flora vegetal Buatlah pola ragam hias yang yang akan digambar. Perhatikan komposisi pola ragam hiasnya. Tetapkan letak objek gambar pada tempat yang sudah ditentukan. Lengkapi gambar dengan pensil warna. 2. Menggambar Ragam Hias Fauna Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias fauna sebagai berikut. Sebagai contoh menggambar ragam hias fauna burung, sebagai berikut Membuat gambar bulatan besar dan kecil sebagai badan dan kepala burung. Melengkapi gambar dengan bentuk sayap, ekor, kaki, jambul, mata, dan paruh. Menambahkan garis-garis untuk menghias bagian ekor dan sayap. Menyelesaikan dengan mengisi bidang-bidang dengan warna yang menarik. 3. Menggambar Ragam Hias Geometris Beberapa tahapan dalam menggambar ragam hias geometris. Membuat ukuran pola bidang gambar geometris Membuat gambar geometris Mewarnai ragam hias geometris
bentuk ragam hias digambar menjadi